Wednesday, July 22, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Film Pendek Rumah Kedua Angkat Nilai Kemanusiaan dalam Dunia Hospitality

cecilbycecil
July 22, 2026
in Film
Film Pendek Rumah Kedua Angkat Nilai Kemanusiaan dalam Dunia Hospitality

Ilustrasi(Dok Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SAI100FM.ID – Film Pendek Rumah Kedua menjadi karya terbaru yang menghadirkan kisah emosional tentang keluarga, perjuangan, dan makna sebuah tempat untuk kembali. Film yang diproduksi oleh ARM Hospitality ini resmi diperkenalkan melalui gala premiere yang digelar di salah satu bioskop di Bali pada 12 Juni 2026. Acara tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan sekaligus menandai terwujudnya visi yang telah dipersiapkan selama lima tahun oleh CEO ARM Hospitality, Ronny Soetanto.

Tidak hanya menghadirkan sebuah tontonan yang menghibur, film ini juga membawa pesan mendalam mengenai arti kemanusiaan di balik industri hospitality. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Rumah Kedua mengajak penonton merenungkan pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga di tengah perjuangan meraih impian.

Film Pendek Rumah Kedua Mengangkat Kisah Perjuangan Seorang Perantau

ADVERTISEMENT

Film ini bercerita tentang seorang perantau yang harus meninggalkan kampung halamannya demi mengejar cita-cita. Di sisi lain, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa sang ayah tengah berjuang melawan sakit.

Konflik tersebut menggambarkan dilema yang kerap dialami banyak orang, yaitu memilih antara mengejar masa depan atau tetap berada di sisi keluarga saat mereka membutuhkan. Cerita yang sederhana namun emosional ini membuat Rumah Kedua terasa relevan dengan pengalaman masyarakat dari berbagai latar belakang.

Melalui alur yang menyentuh, film ini memperlihatkan bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari kemampuan seseorang menjaga hubungan dengan orang-orang yang dicintai.

Berawal dari Visi yang Dipersiapkan Selama Lima Tahun

Gagasan menghadirkan film ini pertama kali muncul dari CEO ARM Hospitality, Ronny Soetanto. Selama lima tahun terakhir, ia menyimpan keinginan untuk menciptakan sebuah karya yang mampu menggambarkan nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi fondasi perusahaan.

Menurut Ronny, dunia hospitality menyimpan banyak kisah inspiratif yang layak diangkat ke layar lebar. Selama ini, industri tersebut sering kali hanya dipandang sebagai sektor pelayanan, padahal di baliknya terdapat cerita tentang kepedulian, pengorbanan, kerja keras, dan hubungan antarmanusia.

Impian tersebut akhirnya terwujud melalui kolaborasi lintas negara yang melibatkan ARM Hospitality Indonesia, J.Karpenter Singapore, dan 52 Studios Singapore.

Film ini disutradarai oleh Cleve Low dari 52 Studios, sementara posisi produser dipercayakan kepada Goh Wei Woon dari J.Karpenter Singapore.

Makna Hospitality Lebih dari Sekadar Pelayanan

Melalui judul Rumah Kedua, film ini ingin menyampaikan bahwa sebuah tempat tidak hanya berfungsi sebagai lokasi untuk singgah, tetapi juga dapat menghadirkan rasa nyaman, aman, dan diterima layaknya sebuah rumah.

Ronny Soetanto menegaskan bahwa hospitality memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Menurutnya, hospitality adalah tentang membangun hubungan yang tulus, menunjukkan kepedulian, menciptakan rasa memiliki, serta menghadirkan kasih sayang dalam setiap interaksi.

Nilai-nilai tersebut menjadi filosofi utama ARM Hospitality yang selama ini dipegang dalam menjalankan bisnis maupun membangun hubungan dengan karyawan, tamu, dan masyarakat.

Kolaborasi Internasional untuk Menghadirkan Cerita Universal

Sutradara Cleve Low mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya melihat Rumah Kedua sebagai cerita universal yang dapat dipahami siapa saja.

Baginya, film ini bukan semata-mata berkisah tentang dunia hospitality, melainkan tentang hubungan keluarga, pengorbanan, dan pilihan hidup yang hampir pernah dialami setiap orang.

Sementara itu, produser Goh Wei Woon menilai konflik yang diangkat dalam film memiliki daya tarik emosional karena banyak orang pernah berada di persimpangan antara mengejar impian dan memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga.

Pendekatan yang jujur dan autentik membuat pesan film ini diharapkan mampu diterima oleh penonton dari berbagai budaya dan latar belakang.

Membawa Filosofi ARM Hospitality ke Layar Lebar

Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui film ini adalah filosofi ARM Hospitality, yaitu:

“Hospitality is not about service, it is about commitment, integrity, passion and love.”

Filosofi tersebut menegaskan bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diukur dari kualitas layanan, tetapi juga dari komitmen, integritas, semangat untuk terus berkembang, dan rasa kasih sayang kepada sesama.

Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam cerita yang sederhana namun penuh makna sehingga penonton dapat memahami bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan mampu memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain.

Diharapkan Menjadi Sumber Inspirasi bagi Banyak Orang

Melalui sambutannya pada gala premiere, Ronny Soetanto berharap Rumah Kedua tidak hanya menjadi sebuah film, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan antara mengejar cita-cita dan merawat hubungan dengan keluarga.

Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemampuan seseorang mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap perjalanan hidup.

Ia berharap setiap penonton yang menyaksikan film ini dapat lebih menghargai keluarga, memahami arti sebuah pengorbanan, serta menyadari bahwa setiap orang selalu membutuhkan tempat untuk pulang.

Keberhasilan penyelenggaraan gala premiere menjadi langkah awal bagi perjalanan Rumah Kedua untuk menjangkau audiens yang lebih luas. ARM Hospitality optimistis film ini mampu membangun empati sekaligus memperkuat kesadaran bahwa nilai kemanusiaan akan selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan maupun dunia hospitality.

Dengan menghadirkan cerita yang hangat, emosional, dan relevan, Film Pendek Rumah Kedua tidak hanya menjadi karya sinematik, tetapi juga pengingat bahwa di balik setiap perjalanan hidup, selalu ada keluarga, kasih sayang, dan sebuah rumah yang menanti untuk disinggahi kembali.

Tags: balifilm keluargaFilm2026filmpendekFilmPendekRumahKeduaNilaiKemanusiaan
Previous Post

Konser BTS di London 2026 Pecahkan Rekor, RM dkk Rayakan Kemenangan Inggris Bersama ARMY

Next Post

Samosir Music International 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Kolaborasi Musisi Dunia

Next Post

Samosir Music International 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Kolaborasi Musisi Dunia

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In