SAI100FM.ID – Kebiasaan Membaca Prilly Latuconsina kembali menarik perhatian publik setelah aktris sekaligus pengusaha muda tersebut membagikan cerita mengenai rutinitas literasi yang ia jalani dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah kesibukannya di dunia hiburan, bisnis, hingga aktivitas sosial, Prilly tetap menjadikan membaca sebagai bagian penting dari proses pengembangan diri.
Menurutnya, membaca bukan hanya sekadar aktivitas mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari konsep lifelong learning atau belajar sepanjang hayat. Prinsip ini ia pegang sebagai salah satu cara untuk terus berkembang, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Komitmen terhadap kebiasaan membaca inilah yang kemudian membuat banyak orang menjadikan Prilly sebagai contoh positif, khususnya generasi muda yang sedang membangun kebiasaan belajar secara mandiri.
Kebiasaan Membaca Prilly Latuconsina Dilakukan dengan Target Satu Buku Setiap Bulan
Salah satu hal menarik dari Kebiasaan Membaca Prilly Latuconsina adalah adanya target khusus yang ia buat untuk menjaga konsistensi. Aktris bernama lengkap Prilly Latuconsina tersebut mengungkapkan bahwa dirinya menetapkan target membaca minimal satu buku setiap bulan.
Bukan sekadar membaca, buku yang telah selesai dibaca kemudian akan dipelajari lebih mendalam melalui proses diskusi dan pembahasan isi buku secara detail. Cara ini menurutnya sangat membantu untuk memahami isi buku secara lebih kritis.
Prilly menyampaikan bahwa kebiasaan tersebut membuat dirinya lebih disiplin dalam menjaga budaya membaca di tengah aktivitas yang padat.
Konsistensi seperti ini menjadi salah satu contoh bahwa membangun kebiasaan positif tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit, tetapi cukup dimulai dari target sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.
Diskusi Buku Bersama Omara Esteghlal Jadi Bagian Rutinitas Literasi
Hal lain yang cukup menarik perhatian adalah fakta bahwa Prilly tidak menjalankan kebiasaan membaca tersebut sendirian. Dalam sebuah sesi diskusi publik, ia secara terbuka menyebut bahwa pasangannya, aktor Omara Esteghlal, menjadi partner diskusi utamanya.
Keduanya ternyata memiliki minat yang sama dalam dunia literasi. Bahkan, Prilly mengungkapkan bahwa salah satu hal yang mendekatkan hubungan mereka adalah ketertarikan terhadap buku dan kegiatan membaca.
Prilly dan Omara sering membuat kesepakatan untuk membaca judul buku yang sama dalam periode tertentu. Setelah selesai, keduanya akan berdiskusi dan bertukar sudut pandang mengenai isi buku tersebut.
Aktivitas sederhana ini menunjukkan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas sosial yang mempererat hubungan sekaligus memperkaya wawasan kedua belah pihak.
Membaca Jadi Cara Menghubungkan Teori dengan Kehidupan Nyata
Bagi Prilly dan Omara, membaca bukan hanya aktivitas pasif untuk menerima informasi. Mereka berusaha mengembangkan kebiasaan tersebut menjadi proses berpikir kritis dengan cara menghubungkan teori dalam buku dengan berbagai fenomena sosial yang sedang terjadi saat ini.
Melalui diskusi rutin, keduanya mencoba melihat bagaimana konsep atau teori tertentu bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
Pendekatan ini membuat kegiatan membaca terasa lebih bermakna karena tidak berhenti pada pemahaman teks semata, melainkan berkembang menjadi latihan berpikir analitis dan reflektif.
Prilly percaya bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan terus menerus dapat membantu membentuk karakter seseorang dalam jangka panjang.
Momen Berbagi Inspirasi di Acara Satu Abad Rahmi Hatta
Cerita mengenai kebiasaan membaca tersebut disampaikan Prilly saat hadir sebagai pembicara dalam acara Satu Abad Rahmi Hatta 1926-2026 yang berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Acara ini digelar untuk mengenang keteladanan Rahmi Hatta, sosok istri Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta, sekaligus menghadirkan inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Melalui kesempatan tersebut, Prilly menegaskan bahwa membaca merupakan salah satu investasi terbaik bagi siapa saja yang ingin terus bertumbuh sepanjang hidup.
Di era digital seperti sekarang, budaya literasi menjadi semakin penting agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan mengambil keputusan dengan bijak.
Kebiasaan membaca yang diterapkan secara konsisten seperti yang dilakukan Prilly membuktikan bahwa belajar tidak berhenti di bangku sekolah, melainkan berlangsung sepanjang kehidupan.
Profil Singkat Kebiasaan Literasi Prilly Latuconsina
Berikut gambaran singkat kebiasaan literasi Prilly:
- Nama Lengkap: Prilly Mahatei Latuconsina
- Target Membaca: Minimal satu buku setiap bulan
- Partner Diskusi: Omara Esteghlal
- Lokasi Acara: Perpustakaan Nasional RI, Jakarta
- Konsep Utama: Lifelong Learning atau belajar sepanjang hayat
Kisah ini menjadi pengingat bahwa membangun masa depan tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui kebiasaan belajar mandiri yang dilakukan secara konsisten setiap hari.



