SAI100FM.ID – Shaquille O’Neal Raih Gelar Magister Kedua di LSU dan Jadi Sorotan Publik
Shaquille O’Neal kembali mencuri perhatian publik, bukan karena aksinya di lapangan basket, melainkan prestasi akademiknya. Legenda NBA tersebut resmi menyelesaikan pendidikan magister keduanya di Louisiana State University atau LSU pada 16 Mei 2026.
Kelulusan ini menjadi pencapaian penting bagi O’Neal yang selama ini dikenal tidak hanya sukses sebagai atlet, tetapi juga aktif dalam dunia bisnis, hiburan, dan pendidikan. Menariknya, momen wisuda tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah Shaq melakukan aksi bercanda dengan menyindir sahabat sekaligus rekan kerjanya di acara televisi, Charles Barkley.
Aksi humor khas Shaquille O’Neal itu langsung mengundang gelak tawa para hadirin dan viral di media sosial. Namun di balik suasana santai tersebut, keberhasilan Shaq menyelesaikan studi magister menunjukkan keseriusannya terhadap pendidikan dan pengembangan diri.
Shaquille O’Neal Raih Gelar Magister Kedua di LSU dengan Cara Unik
Dalam prosesi wisuda, pihak kampus membacakan nama O’Neal dengan tambahan kalimat bercanda yang berbunyi “Shaquille ‘I Hate Charles Barkley’ O’Neal.” Kalimat tersebut merupakan bagian dari candaan persahabatan mereka yang sudah lama dikenal publik, terutama lewat acara olahraga “Inside the NBA”.
Momen itu langsung membuat seluruh ruangan dipenuhi tawa. Shaq yang mengenakan toga tampak santai dan menikmati suasana. Ia bahkan sempat menari kecil dan melambaikan tangan kepada penonton sebelum menerima ijazahnya.
Aksi tersebut memperlihatkan sisi humoris Shaquille O’Neal yang memang sudah melekat selama bertahun-tahun. Meski begitu, banyak orang menilai bahwa keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tingkat lanjut tetap menjadi inti utama dari momen spesial tersebut.
Shaq berhasil meraih gelar Master of Arts in Liberal Arts (MALA). Program studi tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan minatnya dalam bidang kepemimpinan, pendidikan, dan pengembangan karakter.
Pendidikan Jadi Prioritas bagi Shaquille O’Neal
Di balik citranya sebagai mantan superstar NBA, Shaquille O’Neal ternyata memiliki komitmen besar terhadap pendidikan. Gelar magister terbaru ini menjadi gelar universitas keempat yang berhasil ia raih sepanjang hidupnya.
Sebelumnya, Shaq telah menyelesaikan beberapa jenjang pendidikan lain, mulai dari Bachelor of General Studies pada tahun 2000, Master of Business Administration (MBA) pada 2005, hingga Doctor of Education pada 2012.
Pencapaian akademik tersebut menunjukkan bahwa O’Neal tidak pernah berhenti belajar meskipun sudah sukses besar sebagai atlet profesional dan pebisnis.
Dalam wawancaranya dengan media Amerika, Shaq mengaku sempat mempertimbangkan mengambil jurusan psikologi olahraga. Namun, ia merasa bidang tersebut cukup kompleks sehingga akhirnya memilih program liberal arts yang lebih sesuai dengan ketertarikannya.
Meski demikian, fokus utama studinya tetap berkaitan dengan pengembangan manusia dan mentoring bagi generasi muda.
Tesis tentang Mentorship untuk Atlet Muda
Salah satu hal yang menarik dari kelulusan O’Neal adalah topik tesis yang ia kerjakan selama masa studi. Ia menulis karya ilmiah berjudul “Interdisciplinary Approach to Mentorship through the lens of the epic poem – The Odyssey.”
Tesis tersebut membahas pendekatan mentoring lintas disiplin dengan mengambil inspirasi dari karya sastra klasik “The Odyssey”. Shaq menjelaskan bahwa penelitian tersebut dibuat untuk mendukung perannya sebagai mentor bagi atlet-atlet muda.
Sebagai mantan pemain NBA yang pernah merasakan tekanan besar dunia olahraga profesional, O’Neal ingin membantu generasi berikutnya agar tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki pemahaman hidup yang baik.
Baginya, seorang atlet perlu memiliki pendidikan yang cukup agar mampu mengelola karier dan keuangan dengan bijak.
Shaquille O’Neal Ingin Jadi Contoh untuk Anak dan Penggemarnya
Alasan terbesar Shaquille O’Neal terus menempuh pendidikan ternyata berasal dari keluarganya. Ia ingin memberikan contoh positif kepada keenam anaknya agar tidak pernah berhenti belajar meski sudah mencapai kesuksesan.
Selain untuk keluarga, Shaq juga berharap para penggemarnya, khususnya anak muda, terinspirasi untuk memprioritaskan pendidikan.
Ia menyoroti fenomena NIL (Name, Image, and Likeness) yang kini memungkinkan atlet mahasiswa memperoleh penghasilan besar sejak usia muda. Menurutnya, kemampuan menghasilkan uang harus dibarengi dengan pengetahuan tentang cara mengelola keuangan secara benar.
Shaq menilai banyak orang terlalu fokus mengejar uang tanpa memikirkan pendidikan yang dapat membantu mereka mempertahankan kesuksesan dalam jangka panjang.
Pandangan inilah yang membuat dirinya terus aktif belajar meski sudah memiliki reputasi besar di dunia olahraga dan bisnis.
Sosok Inspiratif di Luar Lapangan Basket
Selama ini, banyak orang mengenal Shaquille O’Neal sebagai salah satu pemain basket paling dominan dalam sejarah NBA. Namun, di luar lapangan, ia juga dikenal sebagai figur inspiratif yang aktif di berbagai bidang.
Selain menjadi analis olahraga televisi, Shaq juga terlibat dalam dunia bisnis, musik, hingga kegiatan sosial. Kini, pencapaian akademiknya semakin memperkuat citra dirinya sebagai atlet yang mengutamakan pendidikan dan pengembangan diri.
Kelulusan magister keduanya di LSU menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal usia maupun status sosial. Shaq berhasil menunjukkan bahwa pendidikan tetap penting, bahkan bagi seseorang yang sudah memiliki ketenaran dan kekayaan besar.
Keberhasilan Shaquille O’Neal meraih gelar magister kedua di LSU menjadi inspirasi besar bagi banyak orang. Di tengah candaan dan aksi lucunya saat wisuda, Shaq tetap menunjukkan keseriusan dalam dunia pendidikan.
Melalui pencapaian ini, ia ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan, termasuk bagi atlet profesional sekalipun.
Dengan kombinasi prestasi olahraga, bisnis, dan akademik, Shaquille O’Neal berhasil membuktikan dirinya sebagai sosok multitalenta yang terus berkembang dan memberi pengaruh positif bagi generasi muda.





