Friday, February 6, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Cinta Sejati Chang\’e di Balik Asal Usul Festival Kue Bulan

Nana HasanbyNana Hasan
February 13, 2021
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Tiap tanggal lima belas bulan delapan kalender bulan, masyarakat Tiongkok merayakan Festival Kue Bulan. Festival yang dalam bahasa Mandarin disebut \”Zhong Qiu Jie” ini merupakan hari libur nasional bagi warga Tiongkok.

Festival ini nggak cuma dilakukan oleh warga Tiongkok saja lo. Warga Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Vietnam juga merayakannya. Festival pertengahan musim gugur ini diketahui telah dirayakan sejak 3000 tahun lalu, tepatnya pada zaman Dinasti Song.

Di beberapa wilayah Tiongkok, kue bulan punya ciri khas yang berbeda-beda. Umumnya kue bulan dibuat dengan pasta biji teratai, dibungkus dengan satu atau dua kuning telur bebek dan ditutup dengan lapis tipis adonan tepung.

ADVERTISEMENT

Namun di barat daya Provinsi Yunan, warga menyiapkan kue bulan dengan isi bunga dan ham. Di Suzhou, dekat Shanghai, kue punya tekstur renyah dan isi daging. Kue ini bisa dinikmati sepanjang tahun. Sedangkan, kue bulan ala Beijing punya varian isi lebih modern seperti kacang merah.

\"Kue
Kue bulan punya berbagai bentuk dan isian. (Google)

Kamu sebagai warga Tionghoa yang tinggal di Indonesia juga mungkin merayakan festival ini. Tapi kamu tahu nggak sih cerita di balik perayaan tahunan ini?

Kisah Cinta Sejati

Konon festival ini berasal pada kisah cinta antara seorang dewi yang cantik dan pandai bernama Chang\’e dan suaminya, seorang pemanah bernama Hou Yi. Kisah ini didasarkan pada buku Handbook of Chinese Mythology.

Hou Yi dikisahkan dapat menyelamatkan dunia dengan memanah 9 dari 10 matahari yang terbit di langit. Selama satu tahun, 10 matahari ini begitu menyengsarakan rakyat. Karena jasanya, si pemanah tersebut mendapatkan ramuan keabadian dari Xi Wangmu, ratu keabadian dari barat.

Namun Hou Yi lebih memilih untuk hidup bersama di dunia bersama sang istri, Chang\’e, dan menolak untuk meminum ramuan tersebut. Baginya, buat apa hidup kekal tanpa istri tercinta, Chang\’e. Kemudian ramuan tersebut disimpan oleh sang istri.

Kabar ini sampai ke telinga murid Yi, Feng Meng yang berusaha untuk merebutnya dari Chang’e. Tentu Chang’e menolak permintaan tersebut dan lebih memilih untuk meminum ramuan tersebut yang menyebabkan dirinya naik ke langit.

\"Chang\'e
Chang\’e naik ke langit dan menjadi bulan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Karena cintanya yang begitu besar pada sang suami, Chang’e kemudian memilih agar dirinya menjadi bulan. Mengetahui hal ini, Hou Yi kemudian rutin meletakkan buah-buahan di halaman rumah untuk mengenang istrinya tercinta.

Para warga yang bersimpati turut memberikan penghormatan serupa seperti yang dilakukan Hou Yoi tiap tahun, pada hari kelima belas bulan kedelapan, saat bulan bulat penuh dan bersinar terang. Hingga kini, kebiasaan tersebut dikenal dengan tradisi Festival Kue Bulan.

Chang\’e dan Panglima Tian Feng

Kisah Chang\’e dan pemanah ini pernah ditampilkan berbeda dalam serial Kera Sakti yang tayang di stasiun televisi swasta pada era 2000-an. Chang\’e merupakan selir yang mencuri obat abadi agar dirinya bisa terbang ke langit. Ia hendak meminta bantuan kerajaan langit untuk menghukum sang pemanah yang telah menjadi raja zalim.

Panah yang mengejar Chang\’e dipatahkan oleh seorang jenderal langit dan membuat mereka jatuh cinta. Kecantikan Chang\’e juga membuat panglima Tian Feng yang kebetulan ada di sana terpesona sehingga membutakan hatinya. Ia sampai nekat melanggar berbagai hal demi memiliki Chang\’e.

Perbuatannya diketahui dan dijatuhi hukuman mengalami 1000 kisah cinta yang tragis. Ingat kalimatnya yang terkenal, \”Dari dulu memang begitulah cinta. Deritanya tiada akhir\”?

Kini festival ini menjadi momen untuk berkumpulnya keluarga sambil menikmati kue bulan. Namun kue bulan pernah nggak populer hingga masa Dinasti Yuan karena diidentikkan sebagai pembawa pesan rahasia untuk membantu orang Han menggulingkan rezim Mongol.

Perayaan ini juga diisi dengan menghias jalanan, rumah, dan kantor dengan lentera yang terbuat dari kertas, meriah banget. Kalau dibandingkan dengan kisah cinta mereka berdua, mungkin kisah cintamu belum apa-apanya, Sobat Sai!

Dilansir dari: inibaru.id

Tags: Chang'efestivalKue Bulantiongkok
Previous Post

Heboh Chip e-KTP Bisa Dilacak, Benarkah?

Next Post

Ini Alasan Sandal Jepit Selalu Lekat di Hati dan Kaki Orang Indonesia

Next Post

Ini Alasan Sandal Jepit Selalu Lekat di Hati dan Kaki Orang Indonesia

Cermin di Tikungan Bukan dari Kaca Cembung, Mitos atau Fakta?

Cara Juicy Luicy Merayakan Kesedihan di Lagu Terbaru

Mikha Angelo Persembahkan Album \"Lover\" pada Momen Valentine

Mikha Angelo Persembahkan Album \"Lover\" pada Momen Valentine

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
8d9c584a 0de2 47f5 95b8 1a454a5f547e
23b062f5 9ee5 4425 92ac 6f363c2a8b15
Ad079364 6430 4bea 8f8b F757a79f6d2e
6b6865a2 190e 4ef3 A312 Fcd85724c344
99d66295 35fd 490a Ae9f 4441eb6b5dfe
0f474a69 De2f 405b 9124 B10e1b805bdc
Dfe9b103 2fbc 4a9b 9e3f 245dac19032d
21ecf976 A73f 4baa Aebd A32f1e2679c1
E4544929 Abd7 4b4d B99b A89d32445746
74a5fb1c Eef4 487e 9963 Bf496348d413
93bb956b C980 4a1e 98ea 2e97484a5643
4afa4935 1432 4956 9e81 03f7fd98f747
03d527c3 Fa88 4575 B2c1 6efc68ac2f8e
4963173f 6c7e 446a 994d 1f6edcad5913
9d89dd37 57e1 4665 84e7 55f960b9d928
66ff6a67 Cd91 4870 A877 4b6c81f9bf2e
842acc4a 67b1 413b 8364 Acaf346d6380
95507680 3f66 4834 Bd41 Ac3ec8eda48e
8ffd896e 86f4 40b0 8495 16959732dcec
Bfb7abbd 6aed 45fc Bbc7 Fb728e504746
B62f2eb8 7fd5 466b 841e 728558bc8bc6
1bc3e356 87aa 432b Aeac 4f9ce77167ad
C9b9baab F345 4378 B5ea 4fc0b3966a4f
A90af3e9 E7da 4c9b 8a8e 16442dbe1d01
9724dad7 D138 422e 89d0 Ce51856b3f44
11a3da63 20d1 4380 Abe0 1b0782d34ec4
46784e75 6b2f 4562 81f2 9f52c3307a15
F76dfa21 C3a4 4529 B28c 5074463ef559
0fa345f8 Fd21 4045 8c5f 448d8b67d929
44f22ea7 9c71 45da 95fe F6918545346b
Cb5a9595 2b6f 45a9 8592 4efabb0665b6
D6d526c8 8b4e 47cd B08f Fea9a71219ea
Bcbe2ef6 152e 4d39 98b9 B7f1e4b087a4
A3c3af6e 8c5e 4448 8542 1c9277937ce0
2ab91941 6546 44fd Abc0 9e13702ba411
90e9d60d Afe5 4fe8 B64b 8ebf9754f177
5eca2eff 1007 4849 8be8 B5de118b6e77
Cc51dd83 2c16 4b32 B7a9 Ba138b62763c
51390f3a 4aba 47ba 8e34 507d5bb9442b
2d753860 Db61 4a23 A919 D68774607f8e
Cd5507e8 0542 4bb7 Bf17 4a3f8e3980a3
7d93c0b5 2041 4b64 Bfc3 1e813457b0aa
Df24b272 A0a1 4547 87b1 90b4bae842bc
Ee5a1dd1 3929 4cf8 A177 1c98f2d50718
91c93cec F2c3 434e B25c 0c78fcf0efa0
Dc3a7dad E978 4266 Ae4f 2cdad3688913
038d0b6c 345b 4bdb 8c13 Adfe2f4b04dc
89b6a2f3 7010 4575 8926 7ee99fcca0b3
E058371d 8b7d 40ad Adbf 2484988d70b0
2c8d22ff 1887 47aa Be22 7bbf58171741