Tuesday, February 10, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

9 Dampak Negatif Diet Tinggi Protein

Nana HasanbyNana Hasan
March 21, 2022
in Gaya Hidup, Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Diet tinggi protein diklaim memiliki manfaat baik karena terbukti bisa mengurangi lemak, menurunkan berat badan, serta mempertahankan massa otot. Umumnya, jenis diet ini tidak berbahaya jika dilakukan dalam waktu singkat.
Akan tetapi, dampak negatif diet tinggi protein ini terbukti nyata, terutama jika dilakukan jangka panjang. Risiko melakukan diet tinggi protein dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Asupan protein yang cukup juga dikaitkan dengan keberhasilan dalam menurunkan berat badan.

Di sisi lain, diet tinggi protein juga menganjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat sehingga dapat menyebabkan kekurangan serat dan nutrisi lainnya, sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

ADVERTISEMENT

Dilansir Healthline, kelebihan protein yang masuk ke dalam tubuh berisiko menimbulkan komplikasi pada penyakit tertentu. Berikut dampak negatif yang mungkin mengintai.

1. Diare
Mengonsumsi sumber protein seperti daging goreng, ikan, dan unggas, yang diolah dengan metode kurang tepat justru menyebabkan diare.

Untuk mencegah diare, pastikan perbanyak minum air putih, hindari minuman berkafein, serta batasi konsumsi gorengan dan makanan berlemak berlebih.

2. Sembelit
Diet tinggi protein biasanya sangat membatasi asupan karbohidrat dan rendah serat, sehingga rentan terhadap masalah konstipasi atau sembelit.

Dengan meningkatkan asupan air diimbangi makanan berserat, hal ini dapat membantu mencegah sembelit sekaligus melancarkan pencernaan.

3. Dehidrasi
Sebuah studi tahun 2002 yang melibatkan atlet menemukan, ketika asupan protein terlalu tinggi, dampaknya meningkatkan dehidrasi meski tubuh Anda tidak memberi sinyal haus.

Apa pun jenis protein yang dikonsumsi selama menjalani diet tinggi protein, selalu pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi.

4. Bau mulut
Mengonsumsi protein dalam jumlah besar dapat menimbulkan bau mulut. Terutama jika Anda juga membatasi asupan karbohidrat.

Menurut hasil penelitian, bau mulut ini terjadi karena tubuh sudah masuk ke fase ketosis yang menghasilkan zat tertentu dengan efek aroma tidak sedap.

5. Picu kerusakan ginjal
Dampak negatif diet tinggi protein yang lebih serius yaitu kerusakan fungsi ginjal akibat kelebihan nitrogen dalam asam amino dan membentuk protein.

Ginjal tersebut jadi rusak karena harus bekerja lebih keras untuk membuang nitrogen dan produk sisa metabolisme protein.

6. Meningkatkan risiko kanker
Hasil studi menunjukkan, kadar protein tinggi dari daging merah atau daging olahan sejenis berisiko meningkatkan kanker, termasuk kanker kolorektal, payudara, dan prostat.

Para ilmuwan percaya bahwa hal ini disebabkan oleh hormon atau senyawa karsinogenik, dan lemak yang ditemukan dalam daging sebagai bibit kanker.

7. Kehilangan kalsium
Diet tinggi protein juga berpotensi menyebabkan hilangnya jumlah kalsium dalam tubuh yang berfungsi mempertahankan kepadatan tulang.

Jika dibiarkan, protein tersebut dapat memengaruhi kondisi tulang jadi mudah keropos dan rentan osteoporosis serta masalah kesehatan tulang lain yang lebih buruk.

8. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Kelebihan protein dalam tubuh memiliki hubungan erat terhadap peningkatan asupan lemak jenuh dan kolesterol.

Hasil studi 2018 menemukan, rutin konsumsi daging merah meningkatkan trimetilamina N-oksida (TMAO), yaitu bahan kimia yang dihasilkan usus terkait sumber penyakit jantung.

9. Picu kenaikan berat badan
Meski dipercaya efektif dalam menurunkan berat badan, dampak negatif diet tinggi protein justru bisa bertindak sebaliknya yaitu membuat berat badan jadi naik.

Batas asupan protein saat diet idealnya 30-50 persen dari total kalori harian. Jika melebihi batas, yang terjadi adalah peningkatan lemak sebagai penyebab kenaikan berat badan.

Dilansir dari: cnnindonesia.com

Tags: 9 Dampak Negatif Diet Tinggi Proteingaya hidupkesehatan
Previous Post

7 Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadan

Next Post

Festival Film Wartawan Indonesia 2022 Mengangkat Tema Merayakan Film Indonesia

Next Post

Festival Film Wartawan Indonesia 2022 Mengangkat Tema Merayakan Film Indonesia

Normani Rilis Single Terbaru \'Fair\'

Normani Rilis Single Terbaru \'Fair\'

Normani Rilis Single Terbaru \'Fair\'

Normani Rilis Single Terbaru \'Fair\'

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
5b7fe954 6d0e 4601 997d 49b3e6c429d5
Ad8fdef7 B9fe 4865 B876 90310d174cb3
40ae07f7 B7b5 4311 8371 0ec499d00585
46ebe521 5937 4a07 8259 E7e18c38eca0
D6e2bd13 3944 4f3b B03c 9287ea5e798b
F44e2cc1 Ba15 416d B809 C08429a322a2
C2eee509 4d67 46b7 80e7 8a5821ac6ce4
De1d945c Ffed 4bde B204 540850b3cc30
97232b71 Df6b 462c 98c3 459da623b63d
13f53def 1337 447b A49d E0bc7bbb7aee
725198fb 9f04 4348 B215 0c91aaed0de7
9495b123 2938 4225 A0e0 9076c4f60d4c
Ed3f66f6 02fb 4eb9 Ac07 5b5c9a994122
18a00d46 1173 40d2 A60a 96875307e274
Cfd66371 A701 45b3 Bc6f 2ea288e4edc6
4a296271 0b77 40a4 8b5b 2f1b11151aa7
80061631 8196 45f3 Bfb7 0f0ac01220b2
Ecba8200 F817 4b44 9e9a 770029d58edf
149fdc20 3bde 42d9 80d3 9ee692259a43
3fc28b12 9b3f 44f1 9150 2f44cf207f23
68039f3e Dd3e 42dd 9d70 40c455b8508e
Dc159bba Eb43 4feb 859a 722c99937d8e
Dc29b6a8 4880 4606 A855 Fa2f86ea1f4a
34aeb112 7b16 4e66 85fe 764262359918
40a1b432 D76e 40cc 973e 4bd23ca06766
9f679a2d 8b05 4af8 9a4f 613b715c0efe
Ed8e5d70 46c1 4a06 8334 65423a41e8d2
87a4a4e4 0dbf 4546 8243 D86362de933a
A885c043 9d6d 4b43 9025 A04ea5f9c2f0
793f6a95 504e 4e87 9847 96e3e5ba5dd3
Ceeae68a 7008 4188 Aa17 0f24fdc68cd1
4647bbde 2fd5 4804 9c4e 9b263b5150db
5533c2fa 4898 4b0b 98eb 48aca7a06089
Cafc26c1 D3f1 413c 83af 7861cc463853
5d30cc88 2bc4 4a1a B9ae 931e004dd67d
339b4796 Ea45 4dd1 Aa2c 80593545b45a
363e691d 2312 4d92 9d87 91148e24c3b2
61a754eb 679c 48cd B46c 57680aa9dce2
8b1e71aa Ef9f 4999 A0a2 681ead635b3f
73275bdc A15d 4d81 9c72 F54d18d19d0f
3f64e447 A55c 45bb Be67 442047e1f0f5
005756b6 6c90 418e Aed7 0e763849ac1b
49faae28 2924 4447 B4b8 84497752b1b2
A93f0fb8 8bf6 4f7d 8b5d 5df6f16f2e52
E890b363 7d32 463a Bd7f 3fab9b186b2c
De7d0888 C7f2 4c8b 989d 7fe888e4d21c
E8aa1878 41be 4b57 8017 Ec57e5830610
67dce03b E133 4cb3 A8e9 8a76fcd4e0a9
Cdece4f0 3d34 4f07 A425 C01fe950404c
B025b65c F0da 4db8 8ef5 C77dc8e65286