Saturday, February 7, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Tips Aman Berkendara saat Hujan, Jangan Lakukan 3M

Nana HasanbyNana Hasan
February 16, 2021
in Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Mengemudi saat kondisi hujan memiliki potensi bahaya. Alasannya antara lain karena daya pandang berkurang, daya cengkram ban berkurang dan beberapa hal lainnya yang membuat pengemudi sulit mengontrol kendaraan secara maksimal.

Berdasarkan ramalan BMKG mulai Januari hingga Februari 2021, musim hujan masih akan melanda beberapa daerah di Indonesia, karena itu ada baiknya kita memahami tips berkendara khususnya saat hujan lebat.

Ada beberapa tips efektif yang mungkin bisa kita terapkan. Jika selama pandemi kita diwajibkan menerapkan protokol 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), namun untuk berkendara saat hujan sangat penting untuk mengabaikan 3M.

ADVERTISEMENT

Apa saja 3M yang dimaksud?

1. Mengabaikan kondisi ban

Ban merupakan komponen penting dalam kendaraan, banyak sekali pengemudi kurang memperhatikan dan terkesan acuh dengan kondisi ban mobilnya.

“Kondisi ban harus diperiksa secara rutin. Pastikan telapak ban cukup tebal dan terpompa dengan tekanan angin yang sesuai, agar ban bisa bekerja secara maksimal pada permukaan jalan yang basah, licin atau tergenang air,” ujar Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia Fisa Rizqiano.

Selain  itu, kenali juga tipe ban yang digunakan, apakah ban AT, MT, HT atau ban semi slick karena tiap ban punya daya cengkram berbeda di jalan yang berbeda. Selain itu ban juga punya batasan kecepatan maksimun, bisa dilihat dari kode ban yang tercetak di samping ban.

2. Menyetir dengan agresif

Banyak kecelakaan disebabkan menyetir dengan agresif saat kecepatan tinggi. “Karena saat kecepatan tinggi traksi antara ban dengan jalan yang licin bisa hilang/berkurang, sehingga menyebabkan efek aquaplanning dan mobil bisa oversterr atau understeer tidak terkendali,” ujar konsultan safety driving dari Real Driving Course (RDC), Marcell kurniawan.

3. Menyalakan lampu hazard

Masih banyak pengemudi menyalakan lampu hazard saat berkendara dalam hujan. Padahal hal ini sangat beresiko dan bisa membahayakan pengendara lain karena saat akan manuver ke kiri atau kanan, pengemudi lain akan kebingungan sehingga potensi kecelakaan justru semakin tinggi. Sebagai pengganti lampu hazard, cukup nyalakan foglamp dan lampu kecil saja.

Terakhir, apabila kondisi jalan tidak memungkinan, seperti hujan sangat lebat atau jalan banjir. Ada baiknya untuk tidak memaksakan berkendara dan berhenti sejenak di tempat yang aman menunggu kondisi jalan lebih bersahabat.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: berkendaraHUJANotomotifteknologitips
Previous Post

iPhone Lipat Apple akan Didukung Stylus

Next Post

Berikut Box Office Korea Pekan Ini

Next Post

Berikut Box Office Korea Pekan Ini

Andrea Turk, Musisi asal Indonesia Jadi Finalis Ajang Internasional

Irvan Sembiring Pendiri Band Metal Rotor Meninggal

Ustaz Yahya Waloni: Penghasilan dari Youtube adalah Uang Kafir

Soal \'Uang Kafir\' Youtube, Begini Sindiran Deddy Corbuzier untuk Yahya Waloni

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
54ef4903 A188 44f6 973b 9a6e10a27fa4
2a2fb4d7 08d1 4067 Bbe0 842eb9297f9c
C5754534 Bc8e 4a4a A375 B46d09b5a67d
D757ae0f 99e0 4015 B227 6f83add8313c
F9c67b1b 3d26 46db A0cc B516a1ccdea1
Fdf10bcc 483e 487b 899f 87da40777a54
33077e51 E4c0 418b B3c0 834af00dfb7c
0eb7c566 1db6 4f9e 902a 0d8fef5c2a84
04479de2 4b61 4b35 8d3c A20bf5d28e6a
8211be34 775c 45d4 825f E588cd2adc5c
444dfb7c F455 42a7 96f3 Bd88cb4d492c
D99d237d 0b4c 4bcd 9bd3 0e8c076c81a8
5e0d810f A3b5 4e3b Af7c Aa5ca1cb5409
C6329fb2 53a8 465d A5e4 8ba121fc1fb0
Ad93f939 E33d 43dc B861 D0d463958928
Ed5a091a E24e 455a B4f6 5dc39a4f5662
B9a38a55 97a2 4e41 B4a5 Bb1076e59b50
9cd89705 8532 431d 8319 185f539325d7
87e605fa 203f 404a Bf2a 56247054a03a
F1c4a003 D52d 4bc5 8699 8f1ece356388
Ed18b28a 7cd2 4891 B1a0 3baba388e170
F256ffa0 5bc5 463b A298 8f68769b462a
027a8921 5386 41ff 9ec9 27d2f5c59512
Aca7107e 8d8a 4f5f Ad54 E668a62881c5
5d11050b B15e 4b77 96d5 A214cc84c650
E6087c89 E3d1 49b2 85f6 785d7a743d97
87a01b3d 565f 473e Bcd3 A874b51e3653
A80c66df 3653 4832 Be7c D8fc7902eb73
81de1253 D65c 4c5d 8ae9 75e172333fcd
1174ab37 08a6 4b14 89b9 6fa2a1fc499a
32ed8dfc 08d3 44e0 Ba7a F67f0119bced
Fbca6c35 D0dd 4852 96f6 D1911c935230
8885fbd5 4ad8 4dc9 A599 D0b309572506
Fa0f4829 C541 40d7 8f2d 199f62661341
8087d33a 261b 4645 9865 A0bd94b27c3d
39ee6e35 672d 4c74 82c3 Ef84ef98b39e
9dd2e902 A7ee 45d2 A0c1 6a1d81e6983a
9264a281 37d6 4189 A437 C7960bb124fe
7f03ee01 Aa3c 4be8 Abbe E08cacf902ce
F7c9d1ba 5a58 435e 8e0f 02246e515e4c
Adf317a3 01ad 4d42 Ba0d Ae6cc51fefd3
A753dbe3 0ece 4235 9351 20ad8598ab81
667efe62 2bff 46db 92a8 0984ddf73e4b
56f711c0 7719 4f8b 8e97 69c9241eae94
F83b9ac4 Fef3 4e6f 8dc3 8b07b5770b2b
12ce99b3 24fe 478c 9e76 451050b44127
824a56c3 1dfc 483d Ac8e A700b9de5523
2f932553 9cae 48bd 957a A51109aedefc
C2934490 C3e8 4183 A908 Da2ccd7eca48
B3a8e35a 5432 44f7 95bf 6e07aa3ca7a3