Saturday, September 19, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ini yang Terjadi pada Otak jika Kamu Terlalu Lama Bermain Medsos

Nana HasanbyNana Hasan
January 30, 2021
in Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Media sosial menjadi salah satu pengalihan yang cukup menghibur di tengah kebosanan selama pandemi covid-19 ini. Berinteraksi dengan orang lain dapat meningkatkan perasaan bahagia. Akan tetapi menggunakan media sosial terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan mental dan mood.

Menurut Dr Clifford Segil, D.O., seorang ahli saraf di Providence Saint John Health Center, pada saat-saat seperti ini waktu yang dihabiskan seseorang di media sosial meningkat drastis. Menurut laporan dari Bloomberg pada Maret, baik Twitter dan Facebook mengalami peningkatan pengguna sejak pandemi dimulai.

Segil mengatakan bahwa menggunakan media sosial dapat menstimulasi area pemrosesan visual di otak, seiring dengan otak yang menerjemahkan informasi yang masuk dan jalur pendengaran akan aktif ketika mendengarkan suara atau lagu.

ADVERTISEMENT

“Ketika sedang menggunakan media sosial, dapat mengaktifkan area otak yang sama yang digunakan ketika kamu memfokuskan perhatian pada aktivitas kognitif seperti membaca atau bermain video games. Kamu bisa terpaku pada media sosial berjam-jam karena hal tersebut,” ujar Segil.

Sementara itu, Dr Sanam Hafeez Psy.D., seorang ahli saraf membeberkan efek menggunakan media sosial berlama-lama. Yaitu dapat memengaruhi regulasi emosi di otak. Banyak orang menderita kesedihan, kecemasan, kesedihan, frustrasi, dan kebosanan selama upaya karantina atau jarak sosial mereka.

Ketika kamu sedang menggunakan media sosial dan merasa lebih baik, terutama jika berinteraksi dengan seseorang yang kamu kenal, maka otak kamu mungkin sedang bereaksi dengan meningkatkan mood  melalui neurotransmitter. Perasaan senang ini dikarenakan adanya pelepasan dopamine dan serotonin pada tubuhmu.

Akan tetapi, menggunakan media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif. Segil mengatakan bahwa media sosial cenderung merangsang sistem limbik, yang berhubungan dengan respons emosional, baik atau buruk.

“Media sosial mungkin akan memengaruhi emosimu karena kamu tidak bertemu dengan orang secara langsung. Stres yang memengaruhi sistem limbik biasanya akan berlangsung dalam jangka panjang. Jika kamu lebih mudah bertengkar dengan orang lain atau lebih mudah marah dibandingkan biasanya, ini kemungkinan karena efek media sosial pada sistem limbik tersebut,” tutup Dr Hafeez.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: kesehatanlifestylemedia sosialotakteknologi
Previous Post

Heboh Batu Meteor Jatuh di Lampung, Peneliti Itera Langsung Bergerak

Next Post

Yuk, Ubah Gaya Hidupmu untuk Menurukan Risiko Asam Urat

Next Post

Yuk, Ubah Gaya Hidupmu untuk Menurukan Risiko Asam Urat

Bongkahan Es Raksasa Seluas Pulau Bali Bakal Hilang

Dokumenter Terlarang Keluarga Kerajaan Inggris Tayang di Youtube

Manfaat Mengungkapkan Rasa Sayang kepada Pasangan

Afgan Pose dengan Penampilan Baru, Pevita Pearce Kelepek-kelepek

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
u25-blue-pill adderall-40mg-pill adderall-pill-15 what-does-adderall-pills-look-like e-111-blue-pill-how-long-does-it-last e111-round-blue-pill pill-identifier-adderall-name-brand-label-and-generic 344-pill blue-adderall-pill-round open-adderall-xr-pill